Bumi bergetar dalam diam, Tangan-tangan manusia merobek tanah, Kita lupa pada janji-janji yang terlupakan, Menyirami langit dengan air mata keserakahan. Kita menari di atas abu, Menggali jurang di bawah kaki kita, Tapi setiap langkah membawa tanya, Kapan kita berhenti menghancurkan, Untuk menemukan kembali cinta yang hilang? Angin berteriak, menggulung suara, Mereka yang tak terlihat, menangis di kegelapan, Bumi yang dulu hijau, kini layu dalam sepi, Akankah kita mendengar, atau terus berjalan menuju kehancuran? Di tengah bencana ini, ada pelajaran, Di bawah reruntuhan, kita temukan penyesalan, Tapi masih ada waktu untuk berubah, Sebelum bumi mengubur segalanya dalam keheningan. Dan jika suara kita bisa mengubah takdir, Bumi akan tersenyum, memaafkan kita, Karena di dalam debu, ada harapan yang tumbuh kembali.