Yo, bro! Kau bilang kita saudara, Tapi tikamanmu tak terduga! Di depan senyum, di belakang curang, Aku tertawa, tapi hati menang. Dulu kita jalan bersama, Bagi cerita, suka dan duka. Tapi semua berubah kini, Kau khianati aku tanpa hati. Main cantik kau di belakangku, Aku bodoh, percaya katamu. Jalan licik yang kau pilih, Sekarang aku berdiri sendiri. Tulusku kau balas dengan dusta, Rasa ini hancur jadi luka. Haruskah aku maafkan dirimu, Atau biarkan waktu hapus pilu? Teman tapi menusuk, sakit di hati! Kau bilang saudara, tapi kau sembunyi. Aku hanya ingin jujur dan setia, Tapi kau balas dengan dusta! Teman tapi menusuk, tak akan lupa, Aku jatuh, tapi tetap bersyukur ada. Karena kini aku tahu yang sejati, Yang palsu biar pergi dari sini! \"Yo, yo, ini cerita, tentang mereka yang pura-pura. Jangan pernah lupa, tetap kuat walau kecewa.\" Berkata manis, kau tipu aku, Janji palsumu hancurkan mimpi. Semua topengmu kini terbuka, Aku tak lagi peduli semua. Sekarang lihat aku berdiri, Tanpa drama, aku jalani hari. Kau menyesal? Itu urusanmu! Aku maju, tanpa lihat ke belakangmu. Teman sejati tak akan pergi, Takkan menusuk, takkan menyakiti. Aku percaya karma akan datang, Tunggu saja, lihat kau tenggelam. Teman tapi menusuk, sakit di hati! Kau bilang saudara, tapi kau sembunyi. Aku hanya ingin jujur dan setia, Tapi kau balas dengan dusta! Teman tapi menusuk, tak akan lupa, Aku jatuh, tapi tetap bersyukur ada. Karena kini aku tahu yang sejati, Yang palsu biar pergi dari sini! Yo, sekarang aku lebih kuat, Tanpa tikamanmu, hidupku lebih hebat. Untuk semua \"teman\" yang palsu, Terima kasih, karena kau buat aku tahu.