Judul: Bayang-Bayang Kota Verse 1 Di bawah lampu yang menyala terang, Wajah-wajah hilang, terjebak dalam layar. Kisah hidup hanya jadi sorotan, Namun jiwa tersesat di balik pencitraan. Pre-Chorus Mimpi dibeli, dijual murah, Nilai manusia ditimbang uang. Di kota ini, hitam lebih nyata, Di balik gemerlap, luka tetap ada. Chorus Bayang-bayang kota, menelan cahaya, Mengejar harapan yang tak pernah nyata. Dalam riuh bising, hati jadi bisu, Mencari arti di dunia yang palsu. Verse 2 Suara-suara tenggelam dalam kebisingan, Keadilan terikat oleh rantai kepentingan. Mereka yang kuat terus berpesta, Yang lemah terdiam, hilang dari cerita. Pre-Chorus Janji-janji digantung di udara, Sementara kenyataan kian membara. Kota ini berdetak tanpa jiwa, Hidup berjalan, tapi siapa yang merasa? Chorus Bayang-bayang kota, menelan cahaya, Mengejar harapan yang tak pernah nyata. Dalam riuh bising, hati jadi bisu, Mencari arti di dunia yang palsu. Bridge Apa yang kita cari, di lorong yang gelap? Di balik tawa, ada tangis yang tak terungkap. Kita semua boneka, tali tak terlihat, Digerakkan oleh dunia yang terus melesat. Chorus (ulang) Bayang-bayang kota, menelan cahaya, Mengejar harapan yang tak pernah nyata. Dalam riuh bising, hati jadi bisu, Mencari arti di dunia yang palsu. Outro Di balik senyum, ada luka yang dalam, Kita tersesat di mimpi yang kelam. Bayang-bayang kota, terus mengikuti, Hingga tak ada lagi yang tersisa di sini.