[Verse 1 Di setiap langkah yang kutempuh, Ada jejak kasih yang tak pernah rapuh. Dari tangis pertama hingga kini dewasa, Engkau, Ibu, pelita di segala masa. [Pre-Chorus Seperti doa yang tak pernah berhenti, Cintamu hadir tanpa syarat di hati. Kau peluk dunia ini dengan senyuman, Menghapus duka dengan kelembutan. [Chorus Ibu, engkau matahari pagi, Menghangatkan jiwa di dinginnya hari. Tiada kata yang mampu menggambarkan, Cinta suci yang takkan tergantikan. [Verse 2 Kahlil Gibran berkata, cinta itu pengorbanan, Dan engkau wujud nyata dari ungkapan. Dari Rabindranath Tagore, kutemukan arti, Bahwa cinta ibu adalah keabadian sejati. [Bridge Rumi berbisik tentang cahaya abadi, Itulah cintamu, tak lekang oleh waktu ini. Engkau adalah puisi dari surga, Yang ditulis Tuhan dengan tinta cinta. [Chorus Ibu, engkau matahari pagi, Menghangatkan jiwa di dinginnya hari. Tiada kata yang mampu menggambarkan, Cinta suci yang takkan tergantikan. [Outro Dalam pelukanmu, kutemukan surga, Di senyummu, kuhilangkan luka. Ibu, engkau segalanya bagiku, Hingga akhir waktu, cintaku padamu takkan berlalu.