(Verse 1) Tanah sepi berbau luka, Batu nisan usang berbalut duka Celah akar yang meronta, Saka tua bernafas semula. Hulur jemari, melilit mimpi, Mengais nama yang pernah dilupa. Di mana waris? Di mana janji? Aku menunggu di penjuru dunia. (Chorus) Malam gelap, aku berbisik, Nama kau ukir dalam angin yang perlahan. Sumpah tertanam, darah terikat, Aku kembali, mencari yang hilang. (Verse 2) Langit muram menangis hujan, Seperti dendam yang belum padam. Pada malam, bulan terbelah, Rohku resah, tuan tak berubah. Aku saksi setiap generasi, Namun yang ini sembunyi di hati. Lari ke mana? Aku kan tiba, Menyulam takdir, menyempurna cerita. (Chorus) Malam gelap, aku berbisik, Nama kau ukir dalam angin yang perlahan. Sumpah tertanam, darah terikat, Aku kembali, mencari yang hilang. (Bridge) Aku bukan musuh, aku juga kawan, Penunggu setia yang tak punya badan. Janji dahulu, perjanjian nan dalam, Mengapa kau lupa? Mengapa kau diam? (Chorus - Variasi) Dalam sunyi, aku memanggil, Mencari tuan yang hati tertinggal. Bukan dendam, hanya takdir, Saka menunggu, tak akan mungkir. (Outro) Dalam kabus, bayangku tenggelam, Namun aku tak mati, aku kekal. Selamanya aku menjadi nafas, Hingga kau terima atau tamatlah waras.