sudah, sudah cukup kau bodohi aku
biasanya ku tertawa
ternyata akhirnya terluka
pernahkah kau pertimbangkan semua
hati pun terluka parah
maaf pun tak kunjung ada
tapi mengapa
ku terus bertanya
apakah luka saja tak cukup
duri tajam yang menghujam tanpa henti
aku selalu kembali
meskipun terjadi lagi
bila masa tlah tiba
dan ku terlanjur menyerah
itulah yang kujalani kini
jika bisa, tak kembali lagi selamanya
terbiasa tertawa bahagia lalu luka
jika ada kesempatan bagiku mencinta
bahagia
kini waktuku tuk belajar melangkah
biar waktu yang menggenggam
jejak langkah yang tertahan
mungkin nanti kau temukan yang berbeda
kau menemukan yang baru
saat langitku kelabu