Di awal cerita, kita sama-sama,
Menggenggam mimpi di ujung senja,
Namun waktu berbisik halus di telinga,
Bahwa arah kita berbeda akhirnya.
Kau dan aku pernah jadi satu,
Dalam langkah yang seirama tak ragu,
Namun semesta menulis kisah baru,
Di mana aku bukan lagi untukmu.
Seiring waktu, aku melangkah,
Bukan denganmu, meski cinta bersembah.
Kita terpisah, meski hati bertaut,
Menjauh perlahan, meski cinta memaut.
Kita mencoba tuk bertahan,
Tapi rindu malah jadi beban,
Sekuat hati mencoba bertahan,
Namun jalan ini harus ku lepaskan.
Dan kini aku pergi, bukan karena benci,
Hanya karena cinta tak mampu menyatu lagi,
Walau hati selalu ingat dirimu,
Ku relakan kau dengan yang baru.
Seiring waktu, aku melangkah,
Bukan denganmu, meski cinta bersembah.
Kita terpisah, meski hati bertaut,
Menjauh perlahan, meski cinta memaut.
Meski berat, kita harus menerima,
Bahwa bahagia tak lagi sama.
Kau di sana, aku di sini,
Menyusun kisah yang berbeda kini.
Seiring waktu, aku melangkah,
Bukan denganmu, meski cinta bersembah.
Kita terpisah, meski hati bertaut,
Menjauh perlahan, meski cinta memaut.
Seiring waktu, bukan denganmu,
Namun cinta kita tak pernah semu.
Selamat jalan, kau tetap di hati,
Dalam kenangan yang tak akan mati.