Langit ini berbicara, tapi aku tak mendengar,
Retakan di cakrawala mengancam pecah di udara.
Gelap menghisap cahaya, merayap ke setiap sudut,
Aku berdiri, tapi jiwa ini mulai terikut.
Bisakah kau melihat? Aku tenggelam di sini,
Di bawah langit yang berdarah, penuh luka dan getir.
Langit ini, penuh retakan,
Memanggil namaku dalam kesakitan.
Aku berlari, tapi tak pernah jauh,
Langit ini adalah cermin jiwa yang rapuh.
Awan hitam berbisik, rahasia yang terlupakan,
Semua harapan tersembunyi di balik warna kelam.
Angin membawa jeritan, melintasi dimensi,
Tapi semua yang kutemui hanyalah ilusi.
Apakah kau tahu? Aku mencoba bertahan,
Di bawah langit ini, yang tak pernah berbelas kasihan.
Langit ini, penuh retakan,
Memanggil namaku dalam kesakitan.
Aku berlari, tapi tak pernah jauh,
Langit ini adalah cermin jiwa yang rapuh.
Jika aku jatuh, biarkan aku tenggelam,
Dalam pelukan gelap, aku akan bertahan.
Langit ini menangis, air matanya jadi hujan,
Tapi aku akan hidup, meski semuanya hilang.
Langit berteriak, aku pun membalas,
Di antara reruntuhan, aku mencari nafas.
Retakan ini, adalah bagian dari diriku,
Aku terima, aku hadapi, meski semua musuhku.
Langit ini, penuh retakan,
Namun aku berdiri, meski sendirian.
Aku berlari, tapi tak pernah jauh,
Langit ini adalah cermin jiwa yang rapuh.