[Verse
Sinetron layar kaca, panggung sandiwara gelap,
Kehidupan bergulir di bawah bayang-bayang korupsi,
Roda berkarat, mimpi dalam mendung tebal,
Janji manis terbungkus dalam abu kebohongan.
[Verse 2
Meja hijau, umpama permadani pengkhianatan,
Raut wajah tak berseri, kebijakan tak menentu,
Berdebat dalam linglung, argumentasi tak berarti,
Keadilan hilang, tenggelam dalam kabut dusta.
[Chorus
Wayang-wayang beraksi di atas panggung berdebu,
Rakyat terpaku, terperangah, tapi bisu,
Sandiwara negeri, adegan demi adegan,
Kebenaran terkubur, cahaya hilang—lenyap.
[Rap Verse
Retorika pemimpin, umpama hujan asam,
Mengikis harapan, mimpi jadi arang,
Komedi tragis dalam gulungan awan gelap,
Rakyat jadi penonton, terikat dengan jerat.
[Verse 3
Kursi empuk di singgasana bereinkarnasi,
Kebijakan berpindah tangan tanpa nurani,
Anak bangsa terlempar ke jurang ketidakpastian,
Merangkak, mencari jalan keluar dalam kegelapan.
[Verse 4
Panggung retak, lakon penuh kegilaan,
Meja hijau jadi saksi bisu keputusasaan,
Simponi duka, nyanyian pahit derita,
Tirai ditutup, tapi drama ini, tak pernah usai.