Ku duduk sendiri, di ruang yang sunyi,
Penuh kenangan yang tak pernah mati.
Gambar wajah-wajah kecilmu,
Hiasi dinding-dinding hatiku.
Setiap malam, air mata ini jatuh,
Mengingat senyummu yang jauh.
Apa kabar kamu di sana?
Semoga kita bisa bersua.
Sayangku yang jauh di sana,
Kehadiranmu bagaikan bintang di langit.
Rindu ini menusuk dalam jiwa,
Kapan kita bisa bertemu lagi?
(Huhuhu… huhuhu…)
Setiap tawa dan tangisanmu,
Masih menggema dalam ingatanku.
Waktu berlalu begitu cepat,
Namun rasa ini tak pernah pudar.
Setiap malam, air mata ini jatuh,
Mengingat senyummu yang jauh.
Apa kabar kamu di sana?
Semoga kita bisa bersua.
Sayangku yang jauh di sana,
Kehadiranmu bagaikan bintang di langit.
Rindu ini menusuk dalam jiwa,
Kapan kita bisa bertemu lagi?
(Huhuhu… huhuhu…)
Tak ada yang lebih menyakitkan,
Dari jarak yang memisahkan.
Namun aku tahu ini hanya sementara,
Hingga kita bersatu kembali.
Sayangku yang jauh di sana,
Kehadiranmu bagaikan bintang di langit.
Rindu ini menusuk dalam jiwa,
Kapan kita bisa bertemu lagi?
(Huhuhu… huhuhu…)
Aku menunggu dengan penuh sabar,
Hingga hari itu tiba.
Saat kita bisa saling mendekat,
Dan menghapus semua jarak yang ada.