(Bait 1)

Di negeri bayang-bayang, senyum berhias dusta

Istana megah berdiri, di atas air mata

Fondasi rapuh, tersembunyi di balik tawa

Kekayaan mengalir, ke kantong para pemuja dunia

(Bait 2)

Jaring laba-laba emas, terentang tak terlihat

Menjerat keadilan, dalam sunyi yang pekat

Janji-janji manis, bagai angin berhembus cepat

Menyisakan kehampaan, di hati rakyat yang penat

(Bait 3)

Lidah-lidah berputar, kata-kata bersayap

Menyembunyikan fakta, di balik retorika senyap

Pencuri berdasi, berteriak paling keras

Menuduh yang lemah, dalam sandiwara yang megah

(Bait 4)

Namun asa tetap menyala, di jiwa yang terluka

Bisikan kebenaran, bersemi di antara duka

Matahari kan terbit, menghapus gelap gulita

Menyingkap topeng palsu, di wajah para pendusta