(Verse 1)
Kau datang membawa senyuman manis,
Menggenggam harapan yang ku percayai,
Namun di balik matamu yang teduh,
Tersimpan rahasia yang penuh keluh.
Ku percayakan seluruh hatiku,
Pada bayangan indahmu yang semu,
Kini ku lihat retakan kecil,
Kebenaranmu mulai terpencil.
(Chorus)
Cermin dusta, memantulkan wajahmu,
Namun tak mampu sembunyikan kelabu,
Semua kebohongan yang kau ukir,
Menggores jiwa hingga ku hampir hancur.
Cermin dusta, kini ku mengerti,
Cinta takkan hidup di atas ilusi,
Ku pecahkan bayangan yang palsu,
Meninggalkan luka tapi takkan membisu.
(Verse 2)
Setiap kata yang kau lantunkan,
Bagai nada indah yang menenangkan,
Namun ku sadari perlahan waktu,
Semua itu hanyalah tipu muslihatmu.
Kau pikir aku takkan menyadari,
Topengmu mulai lepas sendiri,
Kini ku berdiri dengan keberanian,
Meninggalkan mimpi penuh kebohongan.
(Chorus)
Cermin dusta, memantulkan wajahmu,
Namun tak mampu sembunyikan kelabu,
Semua kebohongan yang kau ukir,
Menggores jiwa hingga ku hampir hancur.
Cermin dusta, kini ku mengerti,
Cinta takkan hidup di atas ilusi,
Ku pecahkan bayangan yang palsu,
Meninggalkan luka tapi takkan membisu.
(Bridge)
Biarkan retakan ini melebar,
Hingga kebenaran terlihat benar,
Ku temukan diriku yang hilang,
Tanpa perlu bayangmu lagi dikenang.
(Outro)
Cermin dusta, kau tak berdaya,
Hancur di tangan kebenaran nyata,
Kini ku bebas dari tipu daya,
Melangkah pasti menuju cahaya.