Langit malam memeluk sunyi,
Rintik hujan bisikan hati.
Jejak langkah penuh duri,
Tertatih di jalan yang sepi.
Luka di dada, tak terlihat mata,
Air mata bicara, hancurnya jiwa.
Semua rasa yang terkubur di dalam,
Menunggu waktu untuk pulih perlahan.
Ada cerita dibalik air mata,
Ada Senyum terhalang luka,
Ada bahagia yang sempat tertunda
Luka di dada, tak terlihat mata,
Air mata bicara, hancurnya jiwa.
Semua rasa yang terkubur di dalam,
Menunggu waktu untuk pulih perlahan.
Setiap tetes air yang jatuh,
Menjadi butir segala keluh
Badai kan reda, luka kan sembuh
Luka di dada, tak terlihat mata,
Air mata bicara, hancurnya jiwa.
Namun ku tahu, di ujung jalan,
Akan ada cinta yang sembuhkan perlahan.
Langit pagi peluk harapan,
Membasuh luka dengan kedamaian.
Air mata kini jadi cerita,
Tentang jiwa yang kembali bahagia.