Angkara-文本歌词

Angkara-文本歌词

Indahnya Pohon Cemara
发行日期:

Ndan ndan? Dengarkan, ndan

Pihak lawan telah gencar tebar ancaman

Kita ganyang dengan benar benar di hadapan

Tulang dan darah buat sarapan

Tank pesawat, kapal perang kita punya

Bang!! Mental dan jangan heran kita kuat.

Jangan ragu jangan takut walau langit awan kabut

Berhadapan satu satu, lawan pasti kalang kabut

Lemparkan bom, langsung kokang senjata.

Untuk musuh jangan sampai utuh bikin merata

Tanpa segan, yang didepan semua keparat.

Pantas diburu dan pantas dimusnahkan.

Atas nama negara, kini aku bersumpah

Ku bela tanah air walau darah harus tumpah.

Tangan lumpuh atau tak berfungsi.

Perang adalah jalan saat tutup usaha runding.

Dan Perang tinggalkan Luka

Dan Perang tinggalkan Duka

Ku jalani hari susah

dendam dan amarah

Perang tlah usai yang ku tanam kini ku tuai

Aku kembali tapi anak istri mati. Dan Aku terkulai

Lemas tak berdaya. Ku tak percaya ku tlah diperdaya oleh negara untuk kepuasan penguasa

hingga aku kehilangan keluarga.

Ahh aku menggila yang kupunya tiada

Ahh aku menghila semua hancur tak tersisa

Ahh aku menggila yang kupunya tiada

Ahh aku benar benar

Tangan aku hilang, keluarga di liang. Para warga hanya pasang bendera setengah tiang. Dari

malam ke siang, cuma makan “kasihan”. Tuhan tolong semua yang kupunya dikembalikan.

Persetan tanda jasa, penghargaan di dada. Jika semuanya yang ku punya telah tiada. Ku benar

benar sedih, benar benar sepi. Rindu antar anak dan masakan enak sang istri. Benarkah ini?

Kenapa gini? Isi rumah yang utuh buat aku jadi iri. Resah tak berhenti, dan ku tak mengerti.

sangat Menyeramkan bila hanya tinggal sendiri.

Yang ku minta cukup semua kembali utuh

Seperti dulu…

Hanya penyesalan yang tampak

Kini, Hanya penyesalan yang tampak kini