Verse 1

Langit muram, bumi bergetar

Di jalanan, hanya ada air mata

Kebohongan datang dari mulut pemimpin

Mengukir sejarah dengan darah dan air mata

Pre-Chorus

Dari balik layar, mereka tertawa

Sementara kami menangis, terperangkap dalam derita

Hukum dibeli, keadilan terjual

Moral bangsa ini hancur, dijual dengan murah

Chorus

Lalim, negeri yang terperosok

Ekonomi hancur, rakyat terlunta-lunta

Di bawah bayang-bayang kebohongan

Kami terdiam, tak bisa bersuara

Lalim, tanah yang terluka

Pemimpin kami berdiri di atas penderitaan kami

Verse 2

Rakyat kecil, tertindas dan terpinggirkan

Berharap seberkas harapan, tapi itu hanya fatamorgana

Kekuasaan menggenggam segala, tanpa batas

Kami hanya menjadi bayang-bayang di tanah yang tak berpihak

Pre-Chorus

Dari balik layar, mereka tertawa

Sementara kami menangis, terperangkap dalam derita

Hukum dibeli, keadilan terjual

Moral bangsa ini hancur, dijual dengan murah

Chorus

Lalim, negeri yang terperosok

Ekonomi hancur, rakyat terlunta-lunta

Di bawah bayang-bayang kebohongan

Kami terdiam, tak bisa bersuara

Lalim, tanah yang terluka

Pemimpin kami berdiri di atas penderitaan kami

Bridge

Tapi kami takkan diam selamanya

Kami akan bangkit meski terhimpit, walau tak berdaya

Keputusan mereka takkan menghancurkan harapan kami

Karena meski gelap, cahaya akan datang kembali

Lalu kami akan melihat, di balik tirai kebohongan

Kebenaran akan bersinar, dan mereka akan jatuh

Interlude

Chorus

Lalim, negeri yang terperosok

Ekonomi hancur, rakyat terlunta-lunta

Di bawah bayang-bayang kebohongan

Kami terdiam, tak bisa bersuara

Lalim, tanah yang terluka

Pemimpin kami berdiri di atas penderitaan kami

Chorus

Lalim, negeri yang terperosok

Ekonomi hancur, rakyat terlunta-lunta

Di bawah bayang-bayang kebohongan

Kami terdiam, tak bisa bersuara

Lalim, tanah yang terluka

Pemimpin kami berdiri di atas penderitaan kami