Verse 1

Di dasar paling dalam, aku temukan diriku,

Titik nadir, di mana segala asa terasa semu.

Nama ini, Eroy Erlangga, terukir dalam kesunyian,

Di titik terendah, aku merasa seperti bayangan.

Aku berjalan tanpa tujuan, tanpa arah,

Di tempat ini, semua terasa lelah.

Aku lelah berjuang dalam gelap yang membelenggu,

Di dasar terdalam, aku tenggelam tanpa tahu.

Pre-Chorus

Di titik nadir, aku hanya bisa berdiam,

Melihat diriku yang perlahan karam.

Tak ada yang tahu, tak ada yang peduli,

Di sini, aku bertanya pada hidup yang sunyi.

Chorus

Titik nadir, tempat di mana aku bersembunyi,

Eroy Erlangga, di dasar, mencari arti.

Di ruang ini aku melihat kerapuhan yang sejati,

Menunggu harapan yang mungkin tak pernah kembali.

Verse 2

Di sini aku merasakan ketenangan dalam keputusasaan,

Di titik nadir, aku temukan kedamaian dalam kehampaan.

Semua yang kubangun perlahan sirna,

Dan di sini, aku hanya tersisa sebagai luka.

Aku tak tahu apakah akan ada harapan,

Atau hanya kegelapan yang terus menekan.

Tapi di titik terendah ini, aku menemukan sesuatu,

Diriku yang rapuh, tapi masih tetap berdiri.

Bridge

Aku di sini, tak ada lagi yang kutakuti,

Di titik nadir, aku mengenal diri sejati.

Dalam kehancuran, aku temukan jati diri,

Mungkin ini akhir, atau mungkin awal yang tak terduga.

Chorus

Titik nadir, di mana aku bertemu dengan bayanganku,

Eroy Erlangga, di sini aku tak lagi berpura-pura.

Di tempat ini, aku merasa bebas meski hampa,

Di dasar paling dalam, aku bertemu dengan jiwa.