Diam Seribu Nyawa-文本歌词

Diam Seribu Nyawa-文本歌词

Arwah Terlarang
发行日期:

Jeritan sunyi menggema di sudut kota,

Nyawa melayang, terjebak dalam luka.

Pinjol berkuasa, merampas harapan,

Rakyat merintih, jatuh tanpa pegangan.

Hutang berbunga jadi tali di leher,

Menjerat jiwa, menggiring ke kubur.

Tangisan membeku di malam kelam,

Tapi penguasa hanya diam dalam nyaman.

Berapa banyak nyawa lagi yang harus melayang?

Berapa banyak luka yang terus membusuk?

Chorus:

Diam seribu nyawa, darah membanjir di jalan,

Teriakan pilu dibungkam dalam ketakutan.

Rantai besi mencengkeram tanpa belas,

Pemerintah bisu, kami terbakar amarah!

Setiap klik adalah langkah menuju neraka,

Rakyat dijual, dikuasai angka-angka.

Mental rapuh dihantam tanpa jeda,

Bunuh diri jadi akhir cerita!

Mereka berpesta, mabuk dalam kuasa,

Sementara rakyat berjuang melawan hampa.

Layar-layar penuh ancaman tak henti,

Tapi penguasa hanya diam dan bersembunyi!

Berapa banyak tangisan yang kau abaikan?

Berapa luka yang kau anggap mainan?

Chorus:

Diam seribu nyawa, darah membanjir di jalan,

Teriakan pilu dibungkam dalam ketakutan.

Rantai besi mencengkeram tanpa belas,

Pemerintah bisu, kami terbakar amarah!

Hancurkan!

Sistem busuk yang membiarkan darah tumpah!

Bangkit!

Kita suarakan amarah dari dalam jiwa!

Rebut!

Keadilan yang mereka kubur!

Nyawa yang hilang, takkan lagi tertidur!

Chorus:

Diam seribu nyawa, darah membanjir di jalan,

Teriakan pilu dibungkam dalam ketakutan.

Rantai besi mencengkeram tanpa belas,

Pemerintah bisu, kami terbakar amarah!

Jeritan ini takkan mereda,

Kami kobarkan api revolusi jiwa!

Untuk setiap nyawa yang telah hilang,

Keadilan akan bangkit, meski dari reruntuhan!