Mentari tenggelam, warna jingga memudar
Membawa pergi sisa-sisa, asa yang terpendam
Di tepian pantai, ku tatap ombak bergulung
Seakan cerminan hatiku, pilu yang tak terbungkum
Senja dan air mata, bercampur menjadi satu
Lukisan duka cita, yang terpatri dalam rindu
Kenangan indah sirna, terbawa angin lalu
Tinggal kenangan pahit, menusuk kalbu
Detik demi detik berlalu, membawaku pada malam
Heningnya menyelimuti, rasa sesal yang dalam
Langkah kaki terhenti, di antara pasir dan batu
Air mata membasahi, pipi yang mulai lelah
Senja dan air mata, bercampur menjadi satu
Lukisan duka cita, yang terpatri dalam rindu
Kenangan indah sirna, terbawa angin lalu
Tinggal kenangan pahit, menusuk kalbu
Akankah kutemukan, pelangi setelah hujan?
Ataukah hanya gelap, yang terus membayangi jalan?
Kucoba tegar berdiri, meski hati ini rapuh
Menghadapi kenyataan, yang begitu menyedihkan
Senja dan air mata, bercampur menjadi satu
Lukisan duka cita, yang terpatri dalam rindu
Kenangan indah sirna, terbawa angin lalu
Tinggal kenangan pahit, menusuk kalbu
Senja… dan air mata…
Hanyut… bersama ombak…