[Verse 1
Moral prematur, cepat ambil kesimpulan,
Fakta terabaikan, opini jadi pegangan.
Buru-buru jadi hakim, lupa peran belajar,
Seolah paling benar, tapi jiwa masih liar.
Komentar tanpa isi, jadi santapan sehari,
Hanya mencari salah, bukan mencari inti.
Empati terlupakan, logika ditinggalkan,
Semua demi citra, hati kering kerontang.
[hook
[Chorus
Moral prematur, keadilan yang dangkal,
Berpikir setengah, tapi suara menjegal.
Kita perlu lebih paham, sebelum beri vonis,
Hati-hati moral palsu, yang berparas manis.
[ Verse 2
Di era viral, semua berlomba jadi pahlawan,
Tapi kebenaran terlindas, oleh drama dan sandiwara.
Moralitas cepat saji, instan tanpa rasa,
Seolah adil, tapi hanya topeng belaka.
Moral prematur, lupa pada proses,
Melihat kulit luar, dalamnya nggak diakses.
Kesalahan jadi sorotan, kebaikan dilupakan,
Dunia makin bising, semua ingin pembenaran.
[Chorus
Moral prematur, keadilan yang dangkal,
Berpikir setengah, tapi suara menjegal.
Kita perlu lebih paham, sebelum beri vonis,
Hati-hati moral palsu, yang berparas manis.
[Bridge
Pahami dulu kisah sebelum kau menilai,
Jangan cepat menuding, ada hati yang terluka.
Hakim bukan sembarang peran yang bisa diambil,
Moral tanpa dasar, akhirnya hanya kerdil.