Dulu aku tak bisa mengerti,
Mengapa kau sering terlambat tiba,
Saat ku menunggu hingga terlelap
Kau tak ada
Saat yang lain sibuk bercerita
Kehangatan lelaki dihidupnya.
Aku hanya terdiam, dan tak banyak tahu
Yang ku tahu kau ku panggil ayah
Disaat ku bertumpu, mencoba berdiri,
Kulihat kau datang, tegap untukku berdiri
Namun ketika aku merasa tertuduh
Kau tak mampu jadi pelindungku.
Katanya aku cinta pertamamu,
Namun terasa asing untuk memelukmu.
Tapi kini ku mulai mengerti,
Kehampaanku dulu, karena kau sedang berjuang, untukku
Kehadiranmu selalu penuh diam,
Namun di matamu ada cerita yang tenggelam.
Ku tak tahu luka yang kau sembunyikan,
Sementara ku hanya meminta perhatian.
Saat ku rapuh, dunia menyudutkanku,
Ku ingin kau ada, tapi kau hanya membisu.
Kini ku tahu, itu bukan karena tak peduli,
Melainkan kau berjuang dalam sepi.
Katanya aku cinta pertamamu,
Namun terasa asing untuk memelukmu.
Tapi kini ku mulai mengerti,
Kehampaanku dulu, karena kau sedang berjuang, untukku
Maafkan aku yang pernah menyalahkan,
Tanpa tahu beban yang kau pendam.
Kini kulihat segala upayamu,
Menghadirkan dunia yang lebih indah untukku.
Katanya aku cinta pertamamu,
Namun terasa asing untuk memelukmu.
Tapi kini ku mulai mengerti,
Kehampaanku dulu, karena kau sedang berjuang, untukku
Ayah, kini ku kenali hatimu,
Dalam sunyi, kau bangun mimpiku.
Dulu ku tak mengerti, kini ku tahu,
Segala perjuanganmu adalah cinta untukku