Duduk di pojok sunyi geluti imaji
Tuangkan segelas kopi mengusir sepi
Masalah bertubi turun bagai hujan
Tak bisa berlari hati dalam keranjang
Keluh kesah tumpah air mata jadi saksi
Sorakak dalam jiwa sunyi jadi misteri
Cangkir Kopi dingin pikiranpin merapuh
Mengenang masa lalu hati jadi terhanyut
Berlari sepi tinggal kan bayangan
Mimpi dalam gelap berharap terang datang
Tetap mengarah maju walau jalan penuh duri
Langkah tak berhenti terus cari arti
Malam semakin larut pikiran semakin kelut
Mengisi kekosongan harapanpun ku maut
Dingding punya cerita terpampang di mata
Serpihan luka lama terbang dalam aroma
Kopi tinggal seduhan kenangan menghantui jejak masa silam sulit tuk di hindari
Namun ku teruskan langkah tetap teguh harapan jadi sahabat meski jalan penuh debu