[Verse 1
Aku berjalan menyusuri aspal dingin
Sore ini hujan baru saja berhenti
Daun-daun basah, tersapu angin kencang
Ranting pohon tua patah di tengah jalan
Sisa daun-daun yang jatuh di aspal jalan
Mengiring langkahku dengan doa sederhana
Tiga bungkus makanan kucing kubawa pulang
Untukmu yang sakit, cepat sembuh ya sayangku
[Chorus
Hanya sebelas ribu rupiah tersisa di sakuku
Kurang seribu untuk persediaan seliter beras
Tapi aku tak mengeluh, tak pernah menyerah
Masih ada sisa genggaman beras buat buburku nanti
[Verse 2
Di rumah kutemui harapan kecil lagi
Sisa rejeki menunggu di ujung hari
Angin malam membawa dingin ke tubuh ini
Namun syukurku hangatkan hati dalam sunyi
Ku bersyukur diberi badan sehat ini
Masih bisa cari rejeki halal esok pagi
Biar pun langkah ini terasa berat, amat berat
Aku percaya, Tuhan tak biarkan aku sendirian
[Chorus
Hanya sebelas ribu rupiah tersisa di sakuku
Kurang seribu untuk persediaan se-liter beras
Tapi aku tak mengeluh, tak pernah menyerah
Masih ada sisa genggaman beras buat buburku nanti
[Bridge
Sepoi angin malam dingin, dedaunan menari
Aku panjatkan doa, agar esok aku berjumpa pagi
Tak apa susah kini, semoga ada jalan nanti
Untukku, untuk kucingku, dan mimpi-mimpi
[Chorus
Hanya sebelas ribu rupiah tersisa di sakuku
Kurang seribu untuk persediaan se-liter beras
Tapi aku tak mengeluh, tak pernah menyerah
Masih ada sisa genggaman beras buat buburku nanti
[Outro
Semoga esok ada rejeki yang datang
Langkah ini kujalani dengan hati ikhlas
Di jalan aspal dingin usai hujan badai, kutemukan harapan
Hidup sederhana, namun penuh keikhlasan