(Verse 1)
Setiap hari ku pandang wajahmu,
Namun kau tak pernah memandangku.
Aku berdiri, berharap sinar,
Tapi kau hanya berjalan tanpa sadar.
Aku memberi, segalanya untukmu,
Namun kau tak pernah tahu apa yang ku tunggu.
Hatimu terkunci, tak bisa ku tembus,
Cintaku layu, semakin terhimpus.
(Pre-Chorus)
Kau adalah mimpi yang tak ku gapai,
Rasa ini tak pernah sampai.
(Chorus)
Cinta yang tak kau balas,
Tertinggal di antara gelas yang retak.
Aku bertahan meski luka bertambah,
Menggenggam harap yang perlahan patah.
(Verse 2)
Setiap malam aku terjaga,
Mengingat tawa yang tak untukku saja.
Kau begitu jauh, meski dekat,
Hati ini tak sanggup lagi terikat.
Aku mencoba pergi, namun tak bisa,
Cinta ini terlalu kuat menggenggam jiwa.
Meski kau tak peduli, aku tetap ada,
Di sisimu, meski tanpa makna.
(Pre-Chorus)
Langit menangis bersama rasa,
Namun aku terus berharap ada sisa.
(Chorus)
Cinta yang tak kau balas,
Tertinggal di antara gelas yang retak.
Aku bertahan meski luka bertambah,
Menggenggam harap yang perlahan patah.
(Bridge)
Kapan kau akan melihat?
Semua cinta yang telah ku buat.
Kapan kau akan menyadari?
Bahwa aku hanya ingin kau peduli.
(Chorus)
Cinta yang tak kau balas,
Tertinggal di antara gelas yang retak.
Aku bertahan meski luka bertambah,
Menggenggam harap yang perlahan patah.
(Outro)
Dan jika esok aku menyerah,
Biarkan cinta ini menjadi sejarah.
Tapi hingga saat itu tiba,
Aku tetap mencintaimu, tanpa jeda.