Ada kamu di meja sebelah
Dengan kopi dan buku di tangan
Aku pura-pura sibuk sendiri
Padahal nyuri lihat senyummu lagi
Kacamata itu, senyum gingsul manis
Jantungku berlari, oh, apa ini?
Mau sapa, tapi lidah terkunci
Cuma berani berharap kau perhatikan aku di sini
Hei, di meja sebelah
Kau buat hari terasa indah
Genggam nyali, tapi tak sampai
Cuma senyum sendiri, ah, lucunya aku
Kamu pinjam pengecas lagi
Suara lembutmu jadi melodi
Aku jawab sekenanya saja
Padahal mau ngobrol lebih lama
Bau kopi ini, detak pelan hati
Setiap gerakmu terasa berarti
Mungkin cuma angan yang aku simpan
Tapi kenapa rasanya selalu menyenangkan?
Hei, di meja sebelah
Kau buat hari terasa indah
Genggam nyali, tapi tak sampai
Cuma senyum sendiri, ah, lucunya aku
Andai waktu mau memihak sedikit
Aku berani bilang, “Hai, mau duduk sini?”
Tapi untuk sekarang, aku nikmati saja
Lihat senyummu dari sudut ini
Hei, di meja sebelah
Kau buat hari terasa indah
Genggam nyali, tapi tak sampai
Cuma senyum sendiri, ah, lucunya aku
Di kafe ini, aku menunggu
Bukan hanya kopi, tapi senyummu
Mungkin satu hari aku berani
Sapa kamu, gadis manis yang kucari