(Verse 1)
Berhembus bayu membawa pesan,
Debar di hati makin berirama.
Kau ibarat bulan tinggi di awan,
Tapi aku hanya perdu di taman.
(Pre-Chorus)
Setiap senyummu bagai oase di gurun,
Makin ku lihat, makin hati hanyut.
Tapi cintaku kau tak peduli,
Bagai angin lalu di tepi sunyi.
(Chorus)
Cintaku tak berbalas, kasihku tak bersambut,
Hanya memandang kau di balik kabut.
Asmara ini bagai nyala lilin,
Menerangi gelap tapi mudah terpadam.
(Verse 2)
Kicauan burung pagi menyapa,
Namun hatiku tetap gelisah.
Harapan ini bagaikan buih di lautan,
Hancur lenyap diterpa kenyataan.
(Pre-Chorus)
Kau tetap melangkah tanpa memandang,
Aku di sini terus berharap.
Hati yang setia, cinta tak terbatas,
Tapi kau abaikan semuanya lepas.
(Chorus)
Cintaku tak berbalas, kasihku tak bersambut,
Bagai embun pagi hilang dijemput surut.
Rinduku ini hanya sia-sia,
Kau tak pernah hadir menyapa jiwa.
(Bridge)
Takkan ku paksa kau mencintaiku,
Cinta bukan milik sekedar rayuan
Biarpun pedih, ku coba ikhlas,
Asmara ini ku serah pada takdir.
(Chorus)
Cintaku tak berbalas, kasihku tak bersambut,
Bagai pelita yang surut dalam larut.
Jika bukan jodoh, ku pasrahkan,
Moga takdir beri aku jawaban.
(Outro)
Dalam diam ku undur diri,
Biarlah cinta ini jadi memori.
Hanya doa ku titipkan dari jauh,
Semoga kau bahagia di sana.