Bait terurai, kelam pada sepi,
terbangun kemudian terukir kembali,
nestapa pada rima untaian pada kata
lalu curahan keluar kini bersuara
Bait itu terurai, gelap dalam kesunyian,
terbangun lalu terukir lagi,
duka syair untaian kata,
lalu keluarlah curahan dengan suara.
Hidup adalah perajalanan untuk pulang
dan malam adalah waktu renungan
berpikir di kepala beradu perang
istirahat pejamkan sebelum terang