SUAKA LUKA
Bayang-bayang burung melintas di kepala
Kala itu langit sore dan kau duduk termangu
Walau gelap tak lama lagi datang
Kau masih menunggu kalau saja Ia kan kembali
mendekapmu,
seperti dahulu, seperti dahulu..
Angin mengelus lembut wajahmu yang layu
sadarkan dirimu dari lamunan panjang
kau lihat lagi senyumnya yang dulu
di antara gerak
liuk ombak yang menari
mendekapmu, mendekapmu, mendekapmu
Walau gelap tak lama lagi datang
Kau masih menunggu kalau saja Ia kan kembali
mendekapmu, mendekapmu, mendekapmu
seperti dahulu, seperti dahulu..
seperti dahulu, seperti dahulu..
seperti dahulu, seperti dahulu…
seperti dahulu, seperti dahulu…