kebisuan terasa saat dalam kesunyian

malam masih enggan menjelaskan

sesaat hanyut diri di bawah lamunan

sunyi malam terasa menyakitkan

semilir sayup menerpa dedaunan seiring gerimis melamun menyertai keadaan

musik perlahan merambah alam

hawa dingin seketika datang menyambut malam

waktu semakin surut

jam dinding berputar ikut

temani malam malam semakin larut

suasana kelam sunyi dan surut

gelapnya malam mulai selimuti cahaya

hangatnya perapian

biarlah langit yang menunjukan

esokmu kan tiba dengan bahagia

hangatkan perapian

malam semakin larut mata sulit terpejam

bawaku semakin terhanyut jiwaku tenggelam

dalam penuh angan dan impian

sembari berfikir caraku untuk bertahan

esok mungkin yang akan datang

demi tuk jalani hidup yang diinginkan

semua terjadi semestinya dan perlahan di atas sini ku tak akan terkalahkan

ku semakin lenyap dalam malam bertahan dalam pikiranku yang kelam

dunia yang luas pikiranku yg sempit

tak puas hingga berbukit

hangatnya perapian

biarlah langit yang menunjukan

esokmu kan tiba dengan bahagia

hangatkan perapian

Verse Awy:

Kini Terasa hangat, saat kita kumpul

Warnai hari indah ini jangan sampe luntur

Sadar itu api, kunyalakan tanpa sumbu

Waktunya bersatu, woyo woyo dulu

One shoot, reggae pun ku okeeeyyy

Mereka uji jago, aku pilih uyyeeeee

Yeeahh mic check aweed ada di jalur yoman

Miring sadikit su bilang jan di sa pu jalan

Mari mari sam, ini bukan kolaborasi suram

Terangkan di suatu alam saat malam

Kita kita saja cukup kau den aku saja

Sempurnakan malam ini, hangatkan perapian