Yo...yo...yo...CCTV pembenci...lets go...
Saat langkahku perlahan mulai maju
Pasti Ada bisik yang selalu menggangu
Mereka bicara di balik punggungku
Melontar bayangan yang suram kelabu.
Setiap gerakku, selalu saja diawasi
Bagaikan CCTV di setiap sudut hati
Raut wajah palsu seakan mereka peduli
Namun di balik itu, mereka mecaci maki.
Tapi aku takkan pernah terjatuh
Takkan runtuh oleh kalimat palsu
Karena kutahu apa dan siapa diriku
Dan aku berdiri sendiri di setiap jalanku.
Hei, kau para CCTV pembenci
Kalian terus memantau tiap inci diri ini
Namun tak bisa, kau ubah arah mimpi
Semakin tajam mulutmu, semakin aku berani.
Hei, kau para CCTV pembenci
Kesuksesanku kan selalu buatmu iri
Kalian boleh menonton sepuas hati
Bodoh amat, aku tak peduli lagi.
---
Setiap kata mereka tak berbekas
Bagiku hanya angin yang terhempas
Kebencian mereka hanya jadi bukti
Melihat suksesku, mereka kan tetap iri.
Tak perlu ku balas mereka dengan amarah
Ku tersenyum, biarkan mereka akan lelah
Sebab hidupku bukanlah sebuah tontonan
Aku tetap berjalan, tinggalkan bayangan kalian.
Tapi aku takkan pernah terjatuh
Takkan runtuh oleh kalimat palsu
Karena kutahu apa dan siapa diriku
Dan aku berdiri sendiri di setiap jalanku.
Hei, kau para CCTV pembenci
Kalian terus memantau tiap inci diri ini
Namun tak bisa, kau ubah arah mimpi
Semakin tajam mulutmu, semakin aku berani.
Hei, kau para CCTV pembenci
Kesuksesanku kan selalu buatmu iri
Kalian boleh menonton sepuas hati
Bodoh amat, aku tak peduli lagi.
---
Jadi biarlah kalian saksikan
Langkahku yang makin menanjak ke depan
CCTV pembenci, lihatlah kini
Aku terus maju, kalian tertinggal di sini.
Ooooo...uwooo...CCTV pembenci...ooo...iye...
Ooooo...uwooo...mendingan elu pergi...okee...