(Verse 1)
Di bawah langit senja, kita bersua,
Tawa dan kata, hati pun terjaga.
Cerita yang hadir, takdir perlahan,
Meski kutahu, ada bayang di kejauhan.
(Pre-Chorus)
Hujan datang membawa ragu,
Di relung hati, tanya membeku.
Di seberang jalan, tatap matamu,
Cinta dan pilu, teranyam waktu.
(Chorus)
Kau berbisik, \"Aku harus pergi,
Coba perbaiki cinta yang berarti.\"
Dan aku hanya diam, menahan rasa,
Hati ini hancur, sunyi pun terasa.
(Verse 2)
Malam yang dingin, langkah menjauh,
Senyum terakhir, kusimpan jauh.
Kusadar cinta tak harus memiliki,
Merelakan adalah bentuk sejati.
(Pre-Chorus)
Kilau air mata, sembunyi di tatapan,
Namun berdiri teguh, dalam kesakitan.
Kuucapkan doa di keheningan,
Semoga bahagia, meski terlupakan.
(Chorus)
Kau berbisik, \"Aku harus pergi,
Coba perbaiki cinta yang berarti.\"
Dan aku hanya diam, menahan rasa,
Hati ini hancur, sunyi pun terasa.
(Bridge)
Hujan reda, meninggalkan jejak,
Kenangan kita, terjaga dalam sekat.
Langkah pulang, hati berbekas,
Namun percaya, cinta tak akan lepas.
(Chorus)
Kau berbisik, \"Aku harus pergi,
Coba perbaiki cinta yang berarti.\"
Dan aku hanya diam, menahan rasa,
Hati ini hancur, sunyi pun terasa.
(Outro)
Suatu hari nanti, di bawah langit baru,
Kukan temukan cinta yang sembuhkan rindu.
Hingga tiba waktunya, tetap berdiri,
Mencari cahaya di gelap yang sunyi.