(Verse 1)
Dengar cerita di pagi yang cerah,
Berita-berita, semua penuh tanya,
Ada yang jatuh, ada yang terjegal,
Tapi mereka bilang, \"Sudahlah, maafkan saja…\"
(Pre-Chorus)
Salahkah mereka, kalau semua sudah terlambat?
Tapi kenapa kita diam, hanya meratapi?
Semua harta yang hilang, sudah jadi cerita,
Tapi kita harus bagaimana? Apa yang bisa kita lakukan?
(Chorus)
Maafkan saja, koruptor itu,
Katanya hanya manusia, seperti kita juga,
Pikirkan nasib, jangan hanya marah,
Maafkan saja, meski kita terluka…
Maafkan saja, koruptor itu,
Mereka cuma manusia, ya, seperti kita,
Jangan terlalu keras menghakimi,
Maafkan saja, biarkan waktu yang bicara...
(Verse 2)
Di balik meja, di balik kaca,
Mereka ambil yang bukan haknya,
Sambil tertawa, mereka senang saja,
Lalu kita cuma bisa bertanya, \"Apa yang salah, ya?\"
(Pre-Chorus)
Mereka bilang, \"Apa yang harus disesali?\"
Tapi kita di sini, tak pernah berhenti bertanya,
Kenapa mereka yang salah, masih bisa bebas?
Tapi kita harus bagaimana? Apa yang bisa kita lakukan?
(Chorus)
Maafkan saja, koruptor itu,
Katanya hanya manusia, seperti kita juga,
Pikirkan nasib, jangan hanya marah,
Maafkan saja, meski kita terluka…
Maafkan saja, koruptor itu,
Mereka cuma manusia, ya, seperti kita,
Jangan terlalu keras menghakimi,
Maafkan saja, biarkan waktu yang bicara...
(Bridge)
Lupakanlah semua yang telah terjadi,
Tapi adakah yang bisa kita pertahankan?
Kita butuh keadilan, bukan hanya kata maaf,
Sampai kapan kita hanya diam saja?
(Interlude)
(Chorus)
Maafkan saja, koruptor itu,
Katanya hanya manusia, seperti kita juga,
Pikirkan nasib, jangan hanya marah,
Maafkan saja, meski kita terluka…
Maafkan saja, koruptor itu,
Mereka cuma manusia, ya, seperti kita,
Jangan terlalu keras menghakimi,
Maafkan saja, biarkan waktu yang bicara...
(Chorus)
Maafkan saja, koruptor itu,
Katanya hanya manusia, seperti kita juga,
Pikirkan nasib, jangan hanya marah,
Maafkan saja, meski kita terluka…
Maafkan saja, koruptor itu,
Mereka cuma manusia, ya, seperti kita,
Jangan terlalu keras menghakimi,
Maafkan saja, biarkan waktu yang bicara...